BAB 1 BERPIKIR KOMPUTASIONAL
A. Pola Berpikir
Sebagai contoh, bagaimana membuat progam perulangan untuk menampilkan bilangan ganjil dari angka 1 sampai 100.000? tentunya, otak akan berpikir tentang metode perulangan yang akan digunakan, akan menggunakan for, while, atau do...while. Simulasi dalam otak tersebut bisa dikatagorikan sebagai berpikir logis dan sistematis sehingga memunculkan ide atau gagasan tentang pemecah masalah, yang kemudian dituangkan dalam bentuk penulisan kode progam yang dapat dikomplikasi.
2. Teknik Memetakan Ide
Kompleksitas permasalahan yang ditemui harus diimbangi dengan visualisasi penjabaran ide atau gagasan secara detail, jelas, dan mudah dibaca. Selain selain memudahkan penelusuran histori dan runtunan alur ide visualisasi rancangan ide dapat menjadi bahan evaluasi dan paduan bagi orang lain.
3. Konsep Algoritme
Algoritme sebenarnya berasal dari kata ''algorism'' yang mengandung pengertian cara membuat metode penyelesian masalah secara logis, runtut, dan sistematis dalam waktu secepat mungkin. Hal ini disebut dengan algoritme, dan nilai masukan (masalah) kemudian proses dan analisis, serta diakhiri dengan pengembalian keputusan untuk menampilkan keluaran.
Proses logika yang dinyatakan secara sistematis, rasional, dan logis merupakan karakter utama dari algoritme yang tentunya sangat dipengarui oleh penalaran si pembuatnya. Proses penalaran manusia selalu dipengarui faktor rasional dan faktor moral, serta dipengaruhi oleh suasana lingkungan kemesyarakatan di sekitarnya. Aspek rasional selalu identik dengan proses perhitungan, logis, dan dapat diterima akal, seperti perhitungan jumlah SDM dan lama pengerjaan pembuatan rumah. Lain halnya dengan aspek moral bertingkah laku dalam hubungan sosial masyarakat, misalnya kerja sama tim, kerja bukti, dan gotong royong.
Algoritme merupakan serangkaian proses atau aturan yang disusun dan diurutkan secara sistematis dan logis untuk menyelesaikan permasalahan. Berbekal algoritme yang sesuai kebutuhan, efektif, dan cepat, sekarang mulai berkembang beragam teknologi baru seperti Al (Artificial Intelligence), sistem pakar, data minung, dan lainya. Keberhasilan logika yang dibangun dalam algoritme sangat dipengaruhi oleh cara kerja otak kanan kiri sangat melakukan proses penalaran. Otak kiri sangat berperan dalam hal analisis, membuat logika, ilmu eksak, dan perhitungan. Adapun otak kanan cenderung mengarah pada aktivitas seperti cara berpikir, kemampuan intuisi, mwmbuat ide kreatif, seni, sosial, dan interaksi manusia dengan sesamanya.
Komentar
Posting Komentar